Musim Ngaben Tiba, Bupati Suwirta dan Wabup Kasta Kunjungi Warganya

  • 17 Juli 2017
  • Dibaca: 228 Pengunjung
Musim Ngaben Tiba, Bupati Suwirta dan Wabup Kasta Kunjungi Warganya

Musim upacara ngaben tiba, sejumlah warga diwilayah di Kecamatan Klungkung dan Dawan, mulai mempersiapkan prosesi upacara ngaben massal. Selaku pimpinan daerah, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang didampingi Ny. Ayu Suwirta serta wakil Bupati Made Kasta didampingi Ny. Sri Kasta, mengunjungi sejumlah warganya yang tengah mempersiapkan upacara ngaben massal, Minggu (16/7).

Selain untuk memberikan dukungan moril demi suksesnya seluruh rangkaian upacara ngaben massal, kehadiran Bupati asal Nusa Ceningan ini juga untuk menunjukkan bahwa pemerintah peduli dan hadir ditengah masyarakat yang sedang melaksanakan upacara yadnya.  

Upacara manusa yadnya ngaben massal ini rutin diselenggarakan sebagian besar desa adat di Kabupaten Klungkung. Selain sangat berguna untuk meringankan beban biaya, ngaben yang dilakukan secara massal juga dapat meringankan beban pekerjaan dan tentunya meningkatkan rasa gotong royong, serta merekatkan rasa kekeluargaan antar warga desa. Ngaben massal biasanya dilaksanakan dalam kurun waktu yang berbeda dimasing-masing desa adat.

Dalam perjalanannya kali ini, Bupati Suwirta mengunjungi 4 lokasi ngaben massal. Diantaranya di Br. Glogor dan Br. Sente Desa Pikat Kecamata Dawan serta Kelompok Paibon Gajahpara Bajing Desa Tegak dan Desa Tulangnyuh. Seluruh kelompok ngaben massal ini rutin melaksanakan ngaben massal setiap 5 tahun sekali.

Ngaben massal di Br. Glogor, Pikat, diikuti oleh 37 sawa. Upacara ngebet dilaksanakan pada 17 Juli dan puncak upacara ngaben dilaksanakan tanggal 20 Juli yang dilanjutkan dengan upacara ngeroras pada tanggal 26 Juli. Masing masing sawa dikenakan iuran sebesar Rp 8 juta. 

Sementara itu warga pasek dan pande Banjar Sente, Desa Pikat melaksanakan ngebet dan pengabenan pada tanggal 17 Juli dan dilanjutkan ngeroras pada tanggal 19 juli. Keseluruhan sawa berjumlah 17, yang terdiri dari 15 sawa pasek dan 2 sawa pande. Masing masing sawa dikenakan iuran sebesar Rp 10juta.

Selanjutnya pada pengabenan kelompok Paibon Gajahpara Bajing desa Tegak, diikuti oleh 8 sawa. Upacara ngebet, ngaben dan kemudian ngroras dilaksanakan pada hari senin 17 Juli. Untuk pemenuhan kebutuhan upacara masing masing sawa dikenakan iuran Rp 10 juta.

Dalam kehadiarannya disetiap lokasi upacara, Bupati Suwirta berpesan untuk senantiasa bekerja sama dan gotong royong dengan tulus iklas, sehingga akan dapat mempererat rasa kekeluargaan. Selain itu Bupati asal Nusa Ceningan juga berharap agar seluruh prosesi upacara suci ini, dapat dilalui dengan baik dan sukses serta tujuan dari pelaksanaan upacara dapat tercapai. Menjelang pilkada serentak pada tahun 2018 nanti, Bupati Suwirta berpesan untuk senantiasa menjaga suasana agar tetap harmonis dan dingin meskipun ada perbedaan pandangan politik.

Sebelumnya pada hari yang sama, Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta juga hadir di Klungkung untuk menemui warga desa Tulangnyuh yang tengah mempersiakan upacara ngaben massal. Kehadiran orang nomor 2 di Bali ini disambut Bupati Suwirta dan Wabup Made Kasta serta para prajuru adat dan dinas setempat. 

Desa Tulangnyuh melaksanakan upacara ngaben massal dengan diikuti 38 sawa. Prosesi ngebet telah dilaksanakan pada 16 Juli kemarin dan puncak upacara ngaben dilaksanakan pada 17 Juli. Masing masing sawa dikenakan iuran sebesar Rp 6juta. (HumasKlk)

Komentar Anda

Berita Terkait Lainnya

Berita Lainnya