image image

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta melakukan monitoring ke Gedung Sekretariat

Selasa, 21 Januari 2019 | Klungkung News

Senin, 21/1/2019…..*

Monitoring ke Gedung Sekretariat Bersama

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta melakukan monitoring ke Gedung Sekretariat Bersama Kabupaten Klungkung di depan Pura Jagatnata Klungkung, Senin (21/1/2019). Disalah satu ruang dilantai satu yang digunakan sebagai Sekretariat Penyandang Disabilitas, ruang terapi tuna netra dan sekaa Geguntangan, Bupati Suwirta dengan Siti Mudawati, salah satu disabilitas penderita Tuna Wicara yang sedang menyulam benang untuk dijadikan kerajinan tangan. Siti Mudawati menyampaikan kesulitan yang dialaminya, diantaranya kesulitan mendapatkan bahan baku salah satunya benang wol yang digunakan sebagai bahan dasar kerajinan tangan. Bahan tersebut hanya terdapat di Jakarta, dan apabila ingin membelinya harus menggunakan jasa pengiriman barang dan harganya pun jatuhnya mahal. Keluhan tersebut disampaikan Siti Mudawati melalui tulisan tangan saat berkomunikasi dengan Bupati Suwirta. 
Atas hal tersebut, Bupati berharap dinas terkait bisa membantu untuk menyediakan bahan dasar yang diperlukan para disabilitas dalam membuat kerajinan tangan. Kedepan Bupati Suwirta akan mempersiapkan ruangan khusus untuk membuat kerajinan tangan dan akan menyediakan satu kios di Pasar Seni Semarapura untuk para Penyandang Disabilitas agar dapat lebih memudahkan para penyandang disabilitas untuk memasarkan produk kerajinan mereka.
Monitoring dilanjutkan ke ruang PHDI Klungkung. Disana Bupati Suwirta berharap Pengurus PHDI dapat mengatur kegiatan Ngelawang yang sering dilakukan oleh anak anak saat hari Raya Galungan dan Kuningan di seputaran Klungkung. Dimana, sebelumnya Bupati sempat memantau kegiatan Ngelawang yang kesannya seperti meminta-minta, barong ditaruh dan anggota ngelawang mendatangi pengguna jalan meminta dana pertunjukan ketika lampu merah menyala. “Bukannya melarang tapi mendidik mereka agar tidak melakukan kegiatan Ngelawang di perempatan jalan. Bukannya melestarikan budaya, malah kesannya meminta minta,” ujar Suwirta. 
Selain itu, terkait masalah kepengurusan organisasi apapun bentuknya, Bupati Suwirta mengingatkan dan berharap kedepan jangan sampai ada yang berpolitik didalamnya dan jangan sampai ada kepengurusan yang diturunkan ke keluarga. Bupati juga meminta Pengurus PHDI untuk mendata pelaksanaan Ngaben masal agar di tahun 2020, kegiatan Ngaben Massal bisa dilaksanakan secara serentak Per Kecamatan di Kabupaten Klungkung.
Monitoring siang itu diakhiri dengan memantau situasi Kabupaten Klungkung melalui ruang Command Center yang ada di lantai II Gedung tersebut. Menurut Bupati, kedepan Ruang Command Center tidak hanya sebatas CCTV Online saja, tetapi masyarakat bisa menggunakan aplikasi Klungkung Mesadu, karena respon dari permasalahan akan dapat dilaksanakan dengan lebih cepat dari pada media sosial agar tidak ada kesan membully dan memprovokasi siapapun. (Humas Klungkung)