image image

Dua program inovasi Pelayanan Publik Pemkab Klungkung yakni (Bima Juara) dan (TOSS) Masuk Top 40

Jumat, 7 November 2018 | Klungkung News

         

 

Untuk pertama kalinya Klungkung mengikuti lomba inovasi pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Menpan RB RI.
Ada 2800 lebih inovasi dari Kementerian dan Lembaga,Provinsi,Kabupaten dan Kota. Tahap awal Klungkung mengajukan 5 inovasi dan berhasil lolos 2 inovasi di Top 99.


Masuk ke 99 besar Bupati Klungkung harus presentasi dihadapan tim independen yg terdiri dari Peneliti Lipi,dan beberapa dari akademisi dan praktisi. Tidak cukup sampai disana ketua Tim Penilai Prof Siti Zuro yg merupakan peneliti senior LIPI turun lamgsung melihat 2 inovasi tersebut agar diyakini bisa dengan mudah di duplikasi oleh pemda yang lain dan memberikan manfaat dan kesejahteraan untuk masyarakat. Dan juga mendapatkan Dana Insentif Daerah untuk pengembangan inovasi tersebut.


Kedua Inovasi yg mampu meyakini panelis/tim penilai tersebut adalah : BIMA JUARA dan TOSS.
BIMA JUARA merupakan inovasi yg diciptakan oleh Nyoman Suwirta saat masih menjadi menejer di Koperasi Pasar Srinadi. Dimana Inovasi ini merupakan sebuah sistem dari hulu ke hilir untuk mensejahterakan petani terutama petani padi. Fakta di lapangan kebanyakan petani bilang rugi saat panen,karena sebelum panen padinya sudah dijual ke penebas dengan sistem borongan. Sehingga mereka tidak tahu berapa hasil perhektar dan berapa harga jual gabah perkilo. Yang penting saat butuh uang petani dapat uang. Nah dengan Inovasi BIMA JUARA (BELI MAHAL JUAL MURAH)...KUD diwajibkan beli gabah petani dengan sistem timbangan saat panen dan harga gabah LEBIH MAHAL dari patokan pemerintah. Dengan cara ini kesaksian petani di walayah KUD Jaya Werdi Takmung petani mengalami peningkatan penjualan gabah 2-3 juta/perhektar.


Selanjutnya KUD menjual beras kepada PNS,Koperasi,supermaket,minimarket dan bumdes dengan harga di bawah harga pasar.
Dengan jual murah ini maka masyarakat diharapkan menikmati harga beras yang terjangkau,dan yg paling penting lagi sistem ini sangat ampuh untuk menekan inflasi terutama beras. Terus bagaimana dengan KUD? Tidakkah rugi.
Sebelum sistem ini dilaksanakan KUD dibantu RMU dan dryer gabah serta modal untuk beli gabah. Bahkan data yang didapat dari KUD mampu meningkatkan pendapatan dan menyerap tenaga kerja yang cukup signifikan.
KUD tidak cari untung banyak tapi meningkatkan volume usaha.


Inovasi yang kedua TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat). Singkatnya sampah dipuyemisasi selama 5 hari,kemudian dicacah lanjut dibuat pelet/briket yang menghasilkan kalori setara batubara muda yang bisa digunakan bahan bakar kompor masak biasa,kompor gas dan yang paling hebat lagi sebagai bahan bakar gasifayer sebagai pembangkit listrik. Inovasi TOSS ini merupakan kerja sama antara Pemda Klungkung,STT PLN,IP dan PLN mampu menarik perhatian Wantimpres,DPR RI,ITB,Bupati/Walikota se Indonesia bersama OPD terkait karena merupakan satu satunya di Indonesia ditengah tengah permasalahan sampah yang tidak pernah selesai dan upaya pemerintah untuk memanfaatkan energi terbarukan terutama dari sampah.


Apakah dengan TOSS ini masalah sampah selesai ? Tentu tidak. Pemerintah melalui tim penilai independen mengakui inovasi TOSS dan BIMA JUARA ini tentu karena diyakini mampu memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat. Dukungan semua pihak (OPD terkait,lembaga,akademisi dan Pemerintah Provinsi dan Pusat serta masyarakat) terhadap program inovasi ini agar inovasi tidak hanya menjadi nominasi sebuah inovasi apalagi sekedar mengejar prestasi dan gengsi. Tetapi kesejahteraan masyarakat melalui pemenuhan hak dasar menjadi prioritas utama dari Inovasi tersebut.
Saya berharap Inovasi ini bisa di duplikasi dan di ATM ( amati,tiru dan modifikasi) oleh Kabupaten Kota yang lain termasuk Perguruan Tinggi dan masyarakat untuk ikut menyempurnakan sehingga menjadi inovasi kita bersama.(Humas Klungkung)