image image

Hasil Kajian Menjawab, Rumput Laut di Kepulauan Nusa Penida Masih Hidup Normal & Layak Dibudidayakan

Senin, 18 Januari 2019 | Klungkung News

Hasil Kajian Menjawab, Rumput Laut di Kepulauan Nusa Penida Masih Hidup Normal dan Layak Dibudidayakan

Budidaya rumput laut terbesar di Bali adalah Kepulauan Nusa Penida. Ratusan ribu ton rumput laut yang dihasilkan, bahkan hingga diekspor ke luar negeri. Namun, sejak awal tahun 2017 produksi rumput laut terus menurun. Banyak masyarakat Nusa Penida kehilangan mata pencaharian.

Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, mengadakan Sosialisasi Hasil Kajian Akademis Budidaya Rumput Laut, yang dibuka langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di damping Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Made Gunaja dengan Tema "Melalui Revitalisasi Budidaya Rumput Laut Kita Lakukan Gerakan Bersama Menanam Rumput Laut". Acara tersebut dipusatkan di Balai Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (18/1) sore.

Bupati Suwirta menjelaskan, dengan hasil kajian tersebut membuktikan bahwa, rumput laut di Nusa Penida masih hidup normal dan layak untuk dibudidayakan, perairan Nusa Penida selama kajian berada dalam kondisi tidak cemar. “Penurunan produksi rumput laut disebabkan karena masyarakat cendrung beralih kepariwisata yang belakangan ini berkembang pesat” ujar Bupati Suwirta.

Pada kesempatkan kali ini, Bupati Suwirta mengajak beberapa stakeholder dari yg menangani rumput laut di hulu dan hilir serta pembudidayaan udang, kepiting, abalone, krapu dan termasuk hidroponik untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan pariwisata di Nusa Penida.
“Saya tugaskan Perbekel bersama Dinas terkait mendata dengan serius, berapa kelompok masyarakat yang serius kembali kebudidaya rumput laut. Kalau tidak ada yang mau, sekalian areal tersebut digunakan atraksi wisata/ water sport. Dan di desa segera akan dibentuk kelompok untuk budidaya udang kepiting dan krapu”. Tegas Bupati asal Ceningan ini

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung, I Wayan Durma secara cepat merespon permasalahan ini melalui kegiatan Demplot dan Kajian Akademis Budidaya Rumput Laut untuk mengetahui secara pasti penyebab penurunan produksi rumput laut. “Kajian ini berlangsung pada bulan April, Agustus, dan November yang tersebar di tiga titik, yaitu Desa Lembongan, Batumulapan, Desa Batununggul dan Semaya, Desa Suana yang sudah dilakukan penanamannya bulan April, Agustus dan November Tahun 2018 lalu” beber Wayan Durma

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Made Gunaja, meapresiasi dari kepedulian Pemerintah Kabupaten Klungkung di dalam budidaya rumput laut. Melalui hasil kajian tersebut, mendukung semua apa yang di impikan pemerintah Kabupaten Klungkung untuk membangkitkan kembali budidaya rumput laut di kepulauan Nusa Penida. “Kewenangan diwilayah laut itu ada di Provinsi, tapi saya membuat MOU dengan Dinas terkait untuk berkerjasama supaya masyarakat mendapat maanfaatnya”. ujar Gunaja

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali I Made Gunaja, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung I Wayan Durma, FKP Kecamatan Nusa Penida, kelompok budidaya rumput laut masyarakat Lembongan dan undangan terkait lainnya.

SALAM GEMA SANTI. (Humas Klungkung)