Pura Taman Sari

  • Dibaca: 5090 Pengunjung
Pura Taman Sari

Identifikasi dan Daya Tarik
Lingkungan Pura Taman Sari yang diantaranya terdiri dari dua buahmeru Tumpang sebelas dan meru tumpang sembilan serta dasarnya dilandasi oleh kura-kura raksasa, dikelilingi oleh kolam, dibelit oleh naga Ananthaboga, mengisahkan pada saat para dewa memutar air kehidupan (amerta) untuk kebahagiaan dan kesejahteraan.

Lokasi
Lingkungan Pura Taman Sari terletak di Banjar Sengguhan, arah timur laut kota Semarapura, sejauh kurang lebih 500 meter, dapat dicapai dengan kendaraan baik roda dua maupun roda empatsertas jalannya sudah diaspal. Tepatnya di Kelurahan Semarapura.

Kunjungan
Lingkungan Pura Taman Sari belum banyak mendapat kunjungan wisatawan, hanya dikunjungi dalam rangka penelitian yang berkaitan dengan obyek penelitian pra sejarah.

Deskripsi
Letak Pura Taman Sari di sudut Timur Laut Kota Klungkung kira-kira 500 meter dari pusat kota. Keindahan Pura ini terlihat dari menyembulnya Meru Tumpang Sebelas dan Meru Tumpang Sembilan dari sebuah kolam. Dari ragam hias Tumpang Sebelas dapat kita maklumi bahwa meru tersebut ibarat Gunung Maha Meru yang dilandasi oleh kura-kura raksasa, terbenam di lautan susu. Kemudian para dewa dan raksasa memutar gunung Maha Meru dengan naga Ananthaboga sebagai pembelitnya. Dengan pusingan gunung tersebut di lautan susu kan dihasilkan berbagai macam produk, diantaranya adalah Amerta (air kehidupan). Demikianlah macam produk, diantaranya adalah Amerta (Air kehidupan). Demikianlah menurut ceritera yang termuat dalam Adi Parwa akan kebesaran arti dari Amerta sebagai pemberi air hidup dunia serta kesejahteraan dan kesucian. Tema ceritra tersebut sangat cocok dengan fungsi kehidupan lingkungan Pura Taman Sari. Lingkungan Pura Taman Sari sebagai tempat memuliakan danmenyimpan senjata pusaka kebesaran Majapahit yang dimiliki oleh Dynasti Kepakisan sebagai penguasa yang ditugaskan oleh Raja Majapahit untuk mengatur ketentraman pulau Bali. Sekalipun senjata-senjata kebesaran yang sangat dimuliakan sudah dirampas oleh Belanda dalam perang Puputan Klungkung pada tahun 1908, namuan hiasan Padma Anglayang sebagai lambang kekuasaan Majapahit masih terdapat pada lingkungan Pura ini. Lingkungan Pura ini dibangun pada akhir abad ke XVII yaitu ketika mulai perpindahan raja keturunan dinasti Kepakisan dari Gelgel ke Klungkung sebagai sesuhunan di Bali. Saat-saat terpenting tercatat dari Lingkungan Pura Taman Sari ialah ketika Dewa Agung Istri Kania memerintah untuk menghancurkan penyerbuan Belanda tahun 1849 di Kusamba. Dari lingkungan Pura Taman Sari beliau menugaskan untuk mempergunakan senjata pusaka yang bernama I Seliksik kepada prajurit Klungkung . Misi penugasan ini berhasil dengan gemilang, tentara Belanda porak poranda di pantai Kusamba dan kerugian yang terbesar adalah gugurnya Jendral Michiels dalam pertempuran tersebut. Sejak dipugar oleh Suaka Purbakala Bali mulai tahun 1979 maka keindahan lingkungan pura ini telah kembali seperti sedia kala

Komentar Anda

Wisata Lainnya

Berita Lainnya